Lembar Sambutan Kepala Sekolah dalam Buku Panduan Warga Sekolah, SMPN Tujuh Maret Hadakewa, Terbitan 2015 SAMBUTAN KEPALA SEKOLAH “ Pendidikan adalah kita, bukan saya, dia, kami, kamu atau mereka” Pendidikan itu sebuah sistem yang di dalamya tercakup banyak unsur dengan peran berbeda-beda tetapi punya tujuan yang sama. Ada peserta didik yang aktif belajar, berlatih dan bereksperimen, ada pendidik yang siap membelajarkan, memotivasi dan membiasakan, ada keluarga yang meletakan dasar normatif, mendampingi serta mengayomi, dan ada masyarakat luas yang memberikan dukungan moril serta jaminan tumbuh kembang sistem. Ada juga pemerintah yang melegalisasikan, menjamin keamanan dan memberi ruang gerak. Maju mundurnya proses pendidikan di suatu sistem bukan hanya tergantung pada satu atau dua unsur saja tetapi melibatkan semua unsur secara terpadu. Pelaksanaan peran dari masing-masing unsur hendaknya mengarah pada satu tujuan ( tujuan kita ), satu tanggung j...
Postingan
Suku-suku dan Struktur Sosial Atakowa
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Penggalan 4 MENGALI KEBUDAYAAN KAMPUNG ADAT ATAKOWA Suku-suku dan Struktur Sosial Atakowa Nenek moyang orang Atakowa akhirnya memutuskan untuk tidak melanjutkan perjalanan lagi dan memilih puncak bukit Bawalire sebagai tempat tinggal. Alasan memilih tempat ini karena letaknya tepat di puncak bukit dengan lereng yang terjal dan mudah dijangkau dari arah Nara Uha . Seiring pertumbuhan penduduk dan kebutuhan lahan untuk berkebun, kampung Bawalire lalu dipindahkan ke Lewu tuang. Sebagaimana tuturan alm. Bp. Leo Leang, orang Atakowa yang menghuni kampung Lewu tuang terdiri dari tujuh klan/marga yaitu : Tarang ela, ole pue, lape langu, uung pue, bihte pue, ahtung pue dan ubang pue. Dari ketujuh klan ini ternyata hanya satu saja yang nama klannya tidak dirujuk dari nama pohon yaitu tarang ela, artinya tanduk/kepala. Keenam marga lainnya merujuk pada nama pohon. Ole = lontar; Lape = sejenis meranti; uung = sejenis tumbuhan semak berbatang...
Blowe, O'e dan Bas'a
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Penggalan 3 MENGALI KEBUDAYAAN KAMPUNG ADAT ATAKOWA Blowe, O’e, dan Bas’a Dengan menjejaki alur tombak bambu akhirnya rombongan pengungsi, nenek moyang orang Atakowa tiba dengan selamat di pelataran Nara Uha . Daerah ini berbatasan langsung dengan sisi Timur kampung Atakowa sekarang. Geo fisik wilayahnya termasuk hamparan datar antara dua puncak bukit kecil ( owa lewung dan owa tobo ). Luasnya kurang lebih 1,5 Ha. Hamparan nara uha didominasi oleh beberapa jenis pohon khas hutan tropis dan tidak ada lapisan hijau penutup permukaan tanah. Ketinggian tajuk hutannya diperkirakan antara 15 – 25 meter. Secara ekologi formasi hutan nara uha merupakan kantong perangkap hujan. Letak topografi dan struktur hutannya menyebabkan daerah ini menjadi pusat kondensai uap air. Sejak dulu hingga sekarang orang-orang atakowa percaya bahwa nara uha adalah sumber air hujan yeng memberikan kehidupan kepada aho manu bine lame (suku, kerabat dan seluruh peliharaan) kampung A...
Ina Kepakiri Ama Wuanbala
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Penggalan 2 MENGALI KEBUDAYAAN KAMPUNG ADAT ATAKOWA Ina Kepakiri Ama Wuanbala Dituturkan turun temurun bahwa ketika perahu tumpangannya rusak parah dan pelayaran tidak bisa dilanjutkan lagi rombongan pengungsi Nuha ata terpecah menjadi tiga kelompok kecil. Konon katanya tempat kejadian tersebut diperkirakan sekitar tanjung suba wutun. Peristiwa ini punya hubungan tuturan dengan terbentuknya tepi ). Kelompok pertama dan barang bawaan berupa layar dari daun gebang, alat pendayung dan wuwo (alat penangkap ikan) meneruskan perjalanan menyusur sepanjang pantai ke arah Barat. kelompok kedua menaiki lereng sekitar teluk waiteba dan liang kape. Kelompok ketiga memilih arah melalui kali sebelah Selatan tepi. Sebagaimana tuturan, barang bawaan kelompok kedua dan ketiga itu sama, yakni berupa alat tenun ( ebo, hapi dan huri ), batu asa ( elu ), blida (semacam parang panjang yang digunakan untuk...
MENGALI KEBUDAYAAN KAMPUNG ADAT ATAKOWA
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Penggalan I MENGALI KEBUDAYAAN KAMPUNG ADAT ATAKOWA Rasional Tak ada pulau yang terbentuk sekaligus dengan orang-orang yang menempatinya. Dengan demikian penduduk pertama di sebuah pulau adalah imigran dari luar pulau, baik yang datang orang per orang maupun berkelompok. Karena setiap pulau berbatasan langsung dengan laut maka di tempo dulu media yang membawa seseorang sampai ke sebuah pulau adalah air dalam hal ini arus laut, rakit atau perahu. Penduduk asli Lembata, termasuk suku yang mendiami kampung Atakowa juga berasal dari luar pulau. Sebagaimana tuturan lisan yang ditulis kembali Alm. Drs. S.T. Atawolo, disajikan pada seminar budaya Nobo Buto Leragere, 1996. Penduduk asli pulau Lembata datang melalui arus pengungsian besar-besaran dari pulau Nuha ata. Menurut Alm. Ambros Ole Ona,1989. Nuha ata adalah sebutan lain dari Lepan Batan . Tuturan lisan alm. Bp Philipus Polo Lewerang, orang-orang asli Atakowa datang dari arah Bobu. S...
"BEKU” SANG NAGA LAUT YANG PERKASA
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
“BEKU” SANG NAGA LAUT YANG PERKASA Oleh : Marselinus B. Lewerang Tarian tradisional yang satu ini memang tidak banyak dikenal tapi punya makna folosofis sangat tinggi. Rugi bila tidak digali dan dipopulerkan sebagai tarian masal yang menunjukan jati diri kita. Orang-orang menyebutbya tari “Beku.” Entah sejak kapan seni perpaduan gerak tubuh, suara dan musik gendang ini diciptakan tak ada yang tahu. Yang pasti bahwa hingga sekarang tarian yang melibatkan ratusan bahkan ribuan penari ini masih sering dimainkan orang Lamaholot Timur yang berdomisili di wilayah Leragere-Lembata. Menurut catatan lepas Almahrum Drs. Stanis Atawolo (1996), istilah “beku” merupakan adaptasi dari bunyi “bek-ku, bek-ku, bek-kukukuku, be-ku.” Bunyi tabuhan gendang pengiring tarinya. Bunyi gendang dalam pentas tari beku merupakan pemandu langkah kaki sekaligus penentu utama ir...